Rabu, 12 Oktober 2011

ETIKA PROFESI AKUNTANSI / KODE ETIK AKUNTANSI

NAMA : ANJAR WIDOWATI

KELAS : 4EB05

NPM : 20208155

ETIKA PROFESI AKUNTANSI / KODE ETIK AKUNTANSI

Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan.

Profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Akuntansi adalah auatu seni pencatatan, pengelompokkan dan pengikhtisaran menurut cara-cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang, segala transaksi dan kejadian yang dikit-dikitnya bersifat keuangan dan kemudian menafsirkan

Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lain, yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya. Menurut (Murtanto dan Marini 2003),

Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Menurut Billy, Perkembangan Profesi Akuntan terbagi menjadi empat fase yaitu :

1. Pra Revolusi Industri

2. Masa Revolusi Industri tahun 1900

3. Tahun 1900 – 1930

4. Tahun 1930 – sekarang

v AkuntanPublik

Akuntan Publik adalah seorang praktisi dan gelar profesional yang diberikan kepada akuntan di Indonesia yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan RI untuk memberikan jasa audit umum dan review atas laporan keuangan, audit kinerja dan audit khusus serta jasa dalam bidang non-atestasi lainnya seperti jasa konsultasi, jasa kompilasi, dan jasa-jasa lainnya yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan.Ketentuan mengenai praktek Akuntan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1954 yang mensyaratkan bahwa gelar akuntan hanya dapat dipakai oleh mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya dari perguruan tinggi dan telah terdaftar pada Departemen keuangan R.I. Untuk dapat menjalankan profesinya sebagai akuntan publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus dalam ujian profesi yang dinamakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) dan kepada lulusannya berhak memperoleh sebutan “Bersertifikat Akuntan Publik” (BAP). Sertifikat akan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Sertifikat Akuntan Publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan izin praktik sebagai Akuntan Publik dari Departemen Keuangan. Profesi ini dilaksanakan dengan standar yang telah baku yang merujuk kepada praktek akuntansi di Amerika Serikat sebagai ncgara maju tempat profesi ini berkembang. Rujukan utama adalah US GAAP (United States Generally Accepted Accounting Principle’s) dalam melaksanakan praktek akuntansi. Sedangkan untuk praktek auditing digunakan US GAAS (United States Generally Accepted Auditing Standard), Berdasarkan prinsip-prinsip ini para Akuntan Publik melaksanakan tugas mereka, antara lain mengaudit Laporan Keuangan para pelanggan. Kerangka standar dari USGAAP telah ditetapkan oleh SEC (Securities and Exchange Commission) sebuah badan pemerintah quasijudisial independen di Amerika Serikat yang didirikan tahun 1934. Selain SEC, tcrdapat pula AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) yang bcrdiri sejak tahun 1945. Sejak tahun 1973, pengembangan standar diambil alih oleh FASB (Financial Accominting Standard Board) yang anggota-angotanya terdiri dari wakil-wakil profesi akuntansi dan pengusaha.

v Akuntan Pemerintah

Akuntan Pemerintah, adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan
pemerintah seperti di departemen, BPKP dan BPK, Direktorat Jenderal Pajak
dan lain-lain.

v Akuntan Pendidik

Akuntan Pendidik, adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi
yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan
penelitian di bidang akuntansi.

v Akuntan Manajemen/Perusahaan

Akuntan Manajemen, adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan
atau organisasi. Tugas yang dikerjakan adalah penyusunan sistem akuntansi,
penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern maupun ekstern
perusahaan, penyusunan anggaran, menangani masalah perpajakan dan
melakukan pemeriksaan intern.

Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001: 53)

1. Tanggung Jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2. Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

3. Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4. Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.

6. Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

7. Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8. Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

SUMBER :

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/pengertian-etika-profesi.

http://www.scribd.com/doc/14659805/Perkembangan-Profesi-Akuntan

Kamis, 26 Mei 2011

Penyakit Jerawat

Penyakit Jerawat

Jerawat sering menjadi permasalahan, terutama bagi anak remaja. Penyakit ini timbul seiring dengan bertambah matangnya alat-alat reproduksi sehingga mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh pada usia remaja. Jerawat merupakan penyakit kulit yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor: antara lain, hormon, makanan, suhu, bakteri, perilaku, dll. Tips berikut ini akan membantu untuk menghindari penyakit jerawat hingga tidak menjadi lebih parah. Berikut langkah-langkah yang mesti dilakukan agar penyakit jerawat berkurang, dan wajah terbebas dari penyakit ini :

· Jaga kondisi badan agar tetap fit, perbanyak istirahat, jangan suka begadang mendingan tidur.

· Hindari memegang wajah Anda, karena bisa menyebabkan kuman yang ada di tangan menginfeksi ke dalam kulit wajah anda, dan hal ini akan menutup pori-pori wajah anda.

· Bila Anda punya jerawat, jangan sering depegang karena dengan begini penyakit jerawat anda akan menjadi parah. Apalagi dipencet-pencet

· Hindari makanan yang banyak mengandung lemak.

· Gunakan sabun yang mengandung antiseptik

· Sebaiknya hindari penggunaan alat kosmetik, karena bisa memperparah keadaan jerawat Anda. Kecuali memang obat jerawat.

· Lakukan olah raga secara teratur.

· Berpikirlah positif karena setiap remaja sebagian besar akan mengalami masalah ini, dan yakinlah suatu saat jerawat Anda akan hilang seiring dengan pertambahan usia. Dan masalah jerawat ini adalah masalah yang lumrah, jadi jangan terlalu dipikirin, nanti jerawatnya bisa tambah parah.

Pengertian dan Fungsi Bank

Pengertian dan Fungsi Bank

Perbankan secara umum merupakan lembaga keuangan yang melakukan kegiatan berupa pengumpulan dana masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.Sedangkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 31 disebutkan bahwa “Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran”.Bank secara sederhana menurut Kasmir (2004:11) didefinisikan sebagai “lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya”.Dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan dengan masalah keuangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan utama yaitu:

1) Menghimpun Dana

Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana (uang) dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Kegiatan penghimpunan dana ini sering disebut dengan istilah funding.

2) Menyalurkan Dana

Pengertian menyalurkan dana adalah melemparkan kembali dana yang diperoleh lewat simpanan giro, tabungan, dan deposito ke masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit) bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional atau pembiayaan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan penyaluran dana ini juga dikenal dalam dunia

perbankan dengan istilah lending.

3) Memberikan Jasa Bank Lainnya

Pengertian jasa lainnya adalah jasa pendukung atau pelengkap kegiatan perbankan. Jasa-jasa ini diberikan terutama untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain meliputi:

a) Jasa Setoran

Jasa ini diutamakan untuk membantu nasabahnya dalam mengumpulkan setoran atau pembayaran lewat bank. Setoran atau pembayaran yang biasa diterima oleh bank antara lain seperti setoran telepon, listrik, air.

b) Jasa Pembayaran

seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah.

c) Jasa Pengiriman Uang (Transfer)

Transfer adalah jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota, luar kota atau luar negeri.

d) Jasa Penagihan (Inkaso)

Inkaso adalah jasa bank untuk menagihkan warkat-warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri.

e) Jasa Kliring (Clearing)

Kliring adalah jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan di kliringkan di lembaga kliring ( Penagihan warkat seperti cek atau BG yang berasal dari dalam kota).

f) Jasa Penjualan Mata Uang Asing (Valas)

Valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia bursa selama 24 jam secara berkesinambungan.

g) Jasa Penyimpanan Dokumen (Safe Deposit Box)

Safe Deposit Box merupakan jasa-jasa yang diberikan kepada para nasabahnya dan jasa ini di kenal juga dengan nama safe loket.

h) Jasa Cek Wisata (Travellers Cheque)

Travellers Cheque dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan yang biasanya digunakan oleh mereka yang hendak berpergian atau sering di bawa oleh turis. Travellers Cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan tertentu seperti halnya uang kartal dan di terbitkan dalam mata uang rupiah dan mata uang asing.

i) Jasa Kartu Kredit (Bank Card)

Bank Card merupakan ”kartu plastik” yang di keluarkan oleh bank yang diberikan kepada nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di tempat-tempat tertebtu seperti supermarket, pasar swalayan, hotel, rumah restoran, tempat hiburan dan tempat lainnya.

j) Jasa-jasa yang ada di pasar modal

Di dalam pasar modal pihak perbankan mempunyai peranan yang sangat besar dalam rangka memajukan perkembangan pasar modal. Perbankan mendukung setiap kegiatan yang ada demi kelancaran transaksi pasar modal di bursa efek. Seperti penjamin emisi dan pedagang efek.

k) Jasa Letter of Credit (L/C)

Letter of Credit merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepada masyarakat untuk mempelancar arus barang ( ekspor-impor) termasuk barang dalam negeri ( antar pulau).

l) Jasa Bank Garansi dan Referensi Bank

Yaitu jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perorangan, perusahaan atau badan / lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan.

m) dan jasa bank lainnya.

Banyak jenis jasa yang ditawarkan sangat tergantung dari kemampuan bank masing-masing. Semakin mampu bank tersebut, maka semakin banyak ragam produk yang ditawarkan. Kemempuan bank dapat dilihat dari segi permodalan, manajemen, serta fasilitas sarana dan prasarana yang dimilikinya.Menurut Y. Sri Susilo, Sigit Triandayu, A. Totok Budi Santoso (2000:6) “secara umum fungsi utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary”.

Krisis Ekonomi Global

Krisis Ekonomi Global

Berawal dari permasalahan kegagalan pembayaran kredit perumahan (subprime mortgage default) di Amerika Serikat (AS), krisis kemudian menggelembung merusak sistem perbankan bukan hanya di AS namun meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Secara beruntun menyebabkan effect domino terhadap solvabilitas dan likuiditas lembaga-lembaga keuangan di negara negara tersebut, yang antara lain menyebabkan kebangkrutan ratusan bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Krisis kemudian merambat ke belahan Asia terutama negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Singapura, Hongkong, Malaysia, Thailand termasuk Indonesia yang kebetulan sudah lama memiliki surat-surat beharga perusahaan-perusahaan tersebut.

Dari berbagai kritik para ahli, bahwa problem tersebut dipicu maraknya penggelembungan harga perumahan di AS yang didorong kebijakan-kebijakan Bank Sentral Amerika (the Fed) yang kurang pruden untuk menstabilkan sistem keuangan sejak bertahun-tahun. Kondisi ini didorong oleh keinginan untuk memelihara permintaan properti perumahan agar tetap tinggi, maka bank-bank di Amerika Serikat banyak mengucurkan kredit perumahan terutama bagi kalangan berpenghasilan rendah yang tidak memiliki kapasitas keuangan yang memadai (ninja loan yaitu pinjaman terhadap nasabah yang no income, no job, & no asset). Kredit perumahan ini kemudian disekuritisasi secara hibrid agar lebih menarik bagi investor yang terdiri dari bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Celakanya, banyak kredit tak terbayar dalam jumlah besar dan merata. Akibatnya, bank-bank kesulitan untuk membayar dan investor dengan cepat menarik dananya dari produk-produk perbankan disaat harga masih tinggi sehingga hal ini memacetkan perputaran uang di pasar hipotik. Hal ini menyebabkan pula struktur pasar uang yang produknya saling terkait satu sama lain menjadi terganggu. Termasuk juga jaminan obligasi utang (collaterlaised debt obligation/CDO) sebagai bentuk investasi kolektif dari sub-prime mortgage.

Ketika kondisi perekonomian sebuah negara adidaya berubah dan mengalami goncangan, maka dapat dipastikan akan membawa konsekuensi yang luas pada perekonomian dunia. Dalam hal ini, krisis keuangan Amerika Serikat telah mempengaruhi tatanan sistem keuangan berbagai negara. Dampak Krisis Keuangan AS yang Mengglobal Merupakan masalah subprime mortgage di Amerika masalah subprime mortgage di Amerika Serikat sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Agustus 2007. Hal itu sudah ditengarai akan menjadi gelembungsub-prime(bubble), akan tetapi pemerintah Amerika Serikat terus mengucurkan uang dan menurunkan suku bunga untuk mengangkat sektor industri teknologi yang men-galami penurunan. Usaha Pemerintah AS dengan mengucurkan dana talanganpemerintah sebesar USD 700, hanya sementara saja dapat meredam gejolak pasar.Pasalnya, mayoritas investor di seluruh dunia terpaksa menjual portofolio sahamyang dimiliki secara besar-besaran untuk menutupi kebutuhan likuiditas sehinggamengakibatkan terhempasnya pasar modal dunia. Secara khusus di Wall Street, mayoritas investor yang mengalami kerugian pada saat indeks saham jatuh 777,7 poin, akibat penolakan bailout oleh House of Representative, Juga ikut menjual portofolio yang ditanam di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pada tanggal 10 Oktober, indeks bursa berbagai negarakembali jatuh, sehingga sepuluh bank sentral dari berbagai negara menurunkan sukubunga agar beban utang para investor yang merugi tidak semakin besar.

ATMOSFER

ATMOSFER

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. Kandungan dalam lapisan atmosfir bumi : Nitrogen 78,17%, Oksigen 20,97%, Argon 0,98%, Karbon dioksida 0,04%, Sisanya adalah zat lain seperti kripton, neon, xenon, helium, higrom dan ozon. Lapisan-lapisan atmosfer bumi terdiri dari Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Thermosfer,Ionosfer,Eksosfer

ABSTRAKSI PI

ABSTRAKSI

Anjar Widowati. 20208155

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. UNITED TRACTORS Tbk

PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2011

Kata Kunci : Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

(x + 50 + Lampiran)

PT. United Tractors Tbk merupakan perusahaan yang menjalankan usahanya di bidang penjualan dan penyewaan alat berat besarta pelayanan purna jual, penambangan dan kontraktor penambangan, termasuk di dalam usaha kontraktor penambangan ini adalah jasa kontraktor. Modal kerja merupakan unsur yang penting bagi perusahaan karena tanpa modal kerja yang cukup aktivitas operasional suatu perusahaan tidak dapat dilangsungkan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui yang termasuk sumber dan penggunaan modal kerja serta untuk mengetahui efisiensi dalam pengelolaan modal kerja tersebut. Dalam mengolah data, penulis menggunakan analisis laporan perubahan neraca yang diperbandingkan dalam dua periode dan memilahnya menjadi sumber dan penggunaan modal kerja. Dari hasil perhitungan laporan perubahan neraca yang diperbandingkan maka dapat dilihat pada periode 31 Desember 2008-2009 mengalami penurunan modal kerja sebesar Rp. 266.420.000,- sedangkan pada periode 31 Desember 2009-2010 mengalami kenaikan modal kerja sebesar Rp. 882.836.000,-. Jadi bisa dikatakan bahwa modal kerja PT. United Tractors Tbk pada periode 31 Desember 2008-2009 belum efisien dalam mengelola modal kerjanya, karena penggunaan modal kerja melebihi sumber modal kerja yang ada. Sedangkan modal kerja PT. United Tractors Tbk pada periode 31 Desember 2009-2010 sudah efisien dalam mengelola modal kerjanya, karena penggunaan modal kerja tidak melebihi sumber modal kerja yang ada. Untuk meningkatkan modal kerja, perusahaan diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan dan perencanaan atas penggunaan modal kerja perusahaan secara baik, agar tidak terjadi penurunan modal kerja pada periode-periode berikutnya.

Daftar Pustaka (2000-2007)

Minggu, 20 Maret 2011

TOEFL

History of TOEFL

History records, of the United States have experienced an event they call The Great Depression. During the decade 1920 - 1930, America's economy rocked by the State - European countries are boycotting peroduk - products for the Americas. While Europe is a strategic partner the United States. No responsibility - the responsibility, that period also gave birth to the man who they claim to be the father of the world economy (Adam Smith). The American economy recovered to enter the second world war so that America can win the second world war. Generation after generation of the second world war became prosperous in America. Generation is called the Baby Boomers generation. They are called the Baby Boomer generation aged around 45 to 70 years at this time. Among them are: Bill Clinton, George Bush Jr., Madonna, Hillary Clinton and Clint Eastwood.

At that time, the spirit of American imperialism is still growing, but seeing the damage caused by war, they finally reorder strategy to widen the powers of the State. Many Americans who argue that to implement the "colonization", it was not necessary to use force again, but done from behind the desk. One of the new colonial model of American products is this TOEFL. Therefore, the TOEFL diakronimkan in the Indonesian language with English language proficiency test as a "foreign language" is not a second language, or first language.

Test of English as a Foreign Language (TOEFL) test is a standard by which English-language ability of non-native speakers evaluated. Tests required by most colleges and some employers to make sure students and staff capable of handling the linguistic challenges of cultural immersion. This test was designed by the Center for Applied Linguistics and administered by Educational Testing Service.

Background TOEFL

Based in Washington, DC, Center for Applied Linguistics (CAL) is a nonprofit organization committed to researching the relationship between language and culture Founded in 1959, the first director was Charles A. 1921-1998 Ferguson, who has been given a similar program in the Middle East and taught as a professor at Harvard University. Ferguson guided the center to develop practical solutions to apply language and literacy concerns of international and national government. One of Ferguson's initial project is to develop tests that will measure the command language that ESL (English-as-a-Second-Language) students and government employees. Ferguson and fellow researchers developed applied linguistics TOEFL test during the first five years, CAL. In 1964, the first official TOEFL test taken at the center. Development Since the late 1960s, the TOEFL test has been administered by the Educational Testing Service (ETS), an organization of international testing standards. This test is used to measure proficiency (proficiency) English speaking person in the academic context. Thus, this test is used for academic purposes, such as admission requirements for admission or scholarship recipients.

TOEFL test was first introduced by the ETS is the Paper Based Test (PBT) - TOEFL and the most commonly known by the Indonesian community is the Institutional Testing Program (ITP) - TOEFL with scale values 310-677. However, in many places, especially in Indonesia manjamur institutions offering TOEFL test-LIKE / EQUIVALENT at reasonable cost, where the problems incurred test is the TOEFL test questions are copied from various sources. Institutions such as these, of course not a formal institution recognized by the ETS, so that certificates issued doubt the validity and credibility, especially to the Foreign Affairs. Therefore, then ETS developed the TOEFL Test system into Computer Based Test (CBT) - TOEFL. Where direct test questions displayed on the computer screen and immediately worked on the computer. Now, ETS has renewed the TOEFL Test with Next Generation (NG) - TOEFL or also called Internet Based Test (iBT) - TOEFL. In contrast to the PBT and CBT - TOEFL, ETS speaking skill enter into NG-TOEFL test format and structure skills meld into all skills tested, namely Reading, Listening, Speaking and Writing. Problems NG-TOEFL test be downloaded directly from ETS, New Jersey, so the way the process any online or connected indirectly with the ETS through the Internet.

Pendapat

Pendapat saya tentang toefl adalah test bahasa Inggris yang diciptakan dan dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) di New Jersey, Test ini digunakan untuk mengukur kecakapan berbahasa Inggris seseorang dalam konteks akademis. Dengan demikian, test ini digunakan untuk tujuan akademis, seperti persyaratan penerimaan mahasiswa atau untuk penerimaan calon penerima beasiswa. TOEFL juga merupakan standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan : membaca, mendengar, menulis dan berbicara.